UMS Akreditasi A

Featured

Universitas Muhammadiyah Surakarta telah resmi menyandang Akreditas A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) pada Sabtu, 22 Juli 2017. Bertempat di gedung Induk Siti Walidah UMS lantai 7 acara penyerahan SK dari Dirjen Perguruan Tinggi kepada Rektor UMS berjalan dengan khidmat dan lancar.

Acara yang berlangsung besamaan dengan rangkaian acara Rapat Koordinasi Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta & Pimpinan Badang Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Kopertis VI Rayon II Tahun 2017, dihadiri oleh Prof. Aris Junaidi, PhD selaku Direktur Penjamin Mutu Ristekdikti, Dr. Sofyan Anif, M.Si selaku Rektor UMS, Drs. H. A. Dahlan Rais, M.Hum selaku Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Dwi Yuwono Puji Sugiharto, M.Pd, Kons selaku Koordinator Kopertis VI, dan beberapa pejabat perguruan tinggi lainnya.

Dalam kesempatan ini Rektor UMS, Dr. Sofyan Anif, M.Si menyampaikan bahwa UMS sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) memiliki komitmen kuat untuk menjadi perguruan tinggi yang mampu bersaing dan tidak kalah kualitas dengan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia.

“Universitas Muhammadiyah pada tahun ini telah berhasil menduduki peringkat 8 terbaik universitas di Indonesia, dan pada tahun ajaran 2017/2018 telah mencatat 6.500 calon mahasiswa baru yang teregistrasi. Hal ini telah menunjukan eksistensi UMS, serta komitmen kuat bagi kami dalam menyediakan layanan pendidikan berkualitas” tutur Dr Sofyan Anif, M.Si dalam sambutannya.

Selanjutnya Dr. Sofyan Anif, M.Si menambahkan bahwa perlunya kesadaran dan perancangan kurikulum baru di Perguruan Tinggi Swasta, khususnya untuk kopertis VI rayon II agar tidak terpaku hanya pada mutu kualitas di tingkat nasional melainkan berorientasi pada standarisasi di tingkat internasional.

Senada dengan Rektor UMS, Prof. Aris Junaidi, PhD juga menyampaikan bahwa adanya komitmen yang kuat menjadikan perguruan tinggi swasta dalam berkompetisi bahkan meningkatkan mutu kualitasnya lebih baik dari perguruan tinggi negeri akan memberikan dampak positif bagi perkembangan dunia pendidikan di Indonesia.

Sebagai penutup sambutan, Prof. Aris Junaidi, PhD mengucapkan selamat kepada UMS yang telah mendapat Akreditasi A. “Pada saat ini tercatat 55 Perguruan Tinggi di Indonesia yeng telah terakreditasi A, namum pada hari ini UMS telah mencatatkan data baru dengan total perguruan tinggi terakreditasi A menjadi 56 Perguruan Tinggi. Selamat bagi Universitas Muhmmadiyah Surakarta” tuturnya dalam akhir sambutan rapat koordinasi tersebut.

Setelah mendapat akreditas A, kedepanya UMS akan meningkatkan mutu kualitas baik dari sisi akademik maupun pelayanan agar prestasi yang membanggakan ini senantiasa terjaga dikemudian hari.

sumber berita

Visitasi Akreditasi Program Magister Teknik Mesin

Featured

Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Proram Studi S2 Teknik Mesin menerima rombongan tamu dari tim asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan TInggi (BAN PT) Kamis (15/06/2017) di Ruang Seminar Gedung Pascasarjana.

 Tim asesor yang terdiri dari dua orang yakni Prof. Dr. Ir. Khairil, MT dari Universitas Syiah Kuala dan Dr. Ing. Ir. Wahyu Haryadi Piarah, MSME dari Universitas Hasanuddin melakukan visitasi selama tiga hari di UMS yakni sejak Kamis hingga Sabtu lalu. (tk)

Penerima Beasiswa Dikdasmen Jawa Tengah di Pascasarjana UMS Diskusikan Gerakan Pendidikan Berkemajuan

Featured

Mahasiswa sekolah pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) asal Tegal giatkan program diskusi atau gerakan Peduli Pendidikan Muhammadiyah. Para mahasiswa sekolah Paskasarjana asal Tegal ini adalah angkatan pertama penerima beasiswa Unggulan dari Dikdasmen Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah bekerjasama dengan UMS. Ketujuh mahasiswa ini mempunyai program unggulan untuk menggerakan diskusi tentang Peduli Pendidikan Muhammadiyah Tegal Berkemajuan.

“Kontribusi Muhammadiyah melalui pendidikan sangat besar untuk bangsa ini. Kami sangat mengapresiasi program Dikdasmen PWM Jateng dengan Sekolah Pascasarjana UMS atas pemberian beasiswa pada Para Guru Muhammadiyah di Jateng yang terpilih sebagai sekolah unggulan,” tutur Hendra salah seorang penerima beasiswa.

Ketujuh mahasiswa Muhammadiyah asal Tegal di antaranya Andi Riswandi, Hendra Apriyadi dari SMK Muhammadiyah Muhammadiyah Lebaksiu Kab Tegal , Miftakhurrohman guru asal SMP Muhammadiyah 1 Kota Tegal , Supriyatun asal SMP Muhammadiyah 3 Kota Tegal , Sri Handono , Reni Kurnianingrum, Khaqul Darojaat asal SMK Muhammadiyah 1 Kota Tegal.

Para guru tersebut terpilih dan mendapatkan program beasiswa sekolah pascasarjana di UMS Jawa Tengah menginisiasi program dikusi untuk mendikusikan dan berkontribusi untuk gerakan peduli pendidikan Muhammadiyah di Tegal. Program ini semoga bisa diterapakan diberbagi macam Sekolah Muhammadiyah di Tegal dan Sekitarnya.

“Dalam pembicaraan diskusi tersebut membahas bagaimana menciptakan Sekolah yang Kreatif dan Inovatif dan memnilii keunggulan keislaman khususnya kemuhammadiyahan,” ungkap Miftakhurrohman, SMP Muhammadiyah 1 Kota Tegal.

Sedangkan menurut Handoko, mahasiswa Magister Psikologi UMS, para pendidik di Amal Usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan harus bisa menerapkan dan mengimplementasikan gerakan pendidikan islami serta program pelayanan bimbingan karakter kepada peserta didik karena itu bisa mempengaruhi pola cara berfikir yang baik.

Pengembangan pembelajaran yang diperlukan saat ini adalah pembelajaran kreatif inovatif yang memberikan iklim kondusif di kelas dalam pengembangan daya nalar, daya inkuiri dan kreatifitas siswa. Strategi belajar mengajar mempunyai andil yang cukup besar dalam kegiatan belajar mengajar. (www.suaramuhammadiyah.id)

UMS Dipercaya Didik Penerima Beasiswa Pascasarjana

Direktur Pascasarjana UMS Khudzaifah Dimyati dalam jumpa pers, Senin (24/3/2014), mengatakan beberapa hari lalu pihaknya telah menerima pemberitahuan dari Ditjen Dikti mengenai keputusan tersebut. “Program Doktor UMS saat ini telah dipercaya oleh Dikti sebagai penyelenggara BPP DN,” ujar dia.

Menurut dia, keputusan tersebut telah dikuatkan dengan terbitnya Surat Keputusan (SK) No. 425/E4.4/2014 pada 17 Maret 2014 lalu. Dimyati mengatakan turunnya SK tersebut lebih cepat dari yang diperkirakan. Sebab pihaknya baru mengirimkan surat permohonan pada 7 Maret 2014 lalu. “Berarti kan hanya jeda 10 hari. Padahal biasanya untuk hal-hal seperti ini prosesnya tidak mudah. Ada survei dan sebagainya. Itu menunjukkan kami telah dipercaya,” terang dia.

Melalui SK tersebut, jelas dia, Program Doktor Ilmu Hukum UMS dapat menerima mahasiswa baru yang nantinya akan difasilitasi dengan beasiswa dari pemerintah tersebut. “Mulai semester gasal bulan September ini kami sudah bisa menerima mahasiswa baru dengan skema beasiswa tersebut,” lanjut Dimyati.

Dia mengatakan mahasiswa yang mendapatkan beasiswa tersebut akan dibebaskan dari SPP selama menempuh studi. Selain itu setiap bulan mereka akan menerima dana untuk biaya hidup, buku, dan penelitian. Hanya saja, lanjut Dimyati, sebagai penyelenggarakan BPP DN, UMS harus memenuhi ketentuan yang telah diberikan. Salah satunya, pelaksanaan perekrutan calon mahasiswa penerima beasiswa harus sesuai ketentuan yang berlaku. Serta memperhatikan linieritas rumpun keilmuan pendidikan calon mahasiswa.

“Yang disayangkan kami juga tidak diperbolehkan menerima calon mahasiswa penerima BPP DN dari UMS,” ujar Dimyati. Namun demikian, pihaknya akan memberikan kesempatan kepada mahasiswa dari perguruan tinggi Muhammadiyah di seluruh Indonesia.

Sementara itu, Rektor UMS Bambang Setiaji mengatakan keberadaan beasiswa tersebut akan sangat membantu warga tidak mampu. “Ini hebat. Bukan saja ada kesempatan menjadi sarjana, dengan beasiswa itu, warga tidak mampu yang memiliki prestasi pun memiliki kesempatan untuk menjadi doktor,” ujar dia. (solopos.com)